Assalamualaikum wr wb
Beberapa saat yang lalu teman saya menyampaikan bahwa ia (muslim) pernah ditanya oleh seorang yang non muslim. Ketika itu terjadi pembicaraan bahwa mengapa orang non muslim menyembah patung sebagai tuhan, maka yang non muslim mengatakan kalo begitu mengapa kamu menyembah ka’bah? Sungguh sesuatu yang amat sangat keliru!!
Maka jawabannya adalah pada
QS Al-Baqarah:142

142. Orang-orang yang kurang akalnya[93] diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”[94].
[93]. Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.
[94]. Di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Ka’bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka’bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan Ka’bah sebagai kiblat.
Jadi sangat jelas bahwa Tuhan umat muslim adalah Allah Yang Maha Esa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWt. dan Ka’bah adalah sebagai kiblat
Bahkan orang Yahudi dan Nasrani pun membenarkan hal ini
QS Al-Baqarah:144
144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
[96]. Maksudnya ialah Nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

[...] Bahkan ketika saya tanya, kenapa mereka berkiblat kepada Ka’bah, bukankah itu salahsatu bentuk pemujaan menyembah terhadap batu, apa bedanya dengan orang Kafir? Kebanyakan dari mereka tidak bisa menjawab! Walaupun hal tersebut sebenarnya sangat gampang dijawab untuk meng-konfront pertanyaan semacam itu (my brother Denie explain this things in here). [...]